HONDA

Keracunan Massal di Pesantren Lebong: 21 Santri Dilarikan ke RS, Mie Tumis Basi Jadi Sorotan

Keracunan Massal di Pesantren Lebong: 21 Santri Dilarikan ke RS, Mie Tumis Basi Jadi Sorotan

Keracunan Massal di Pesantren Lebong: 21 Santri Dilarikan ke RS, Mie Tumis Basi Jadi Sorotan--

LEBONG, RAKYATBENGKULU.COM – Suasana Pondok Pesantren M.TS Nurul Quran, Kabupaten Lebong, mendadak mencekam setelah 21 santri mengalami keracunan massal usai menyantap sarapan mie tumis basi. 

Para santri mengalami muntah, pusing, dan mual secara bersamaan, hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 8 Februari 2025, sekitar pukul 10.00 WIB. 

BACA JUGA:Meningkatkan Skill Komunikasi: Yang Dapat Membuat Orang Ilfil Saat Ngobrol

BACA JUGA:Apa yang Diharapkan dari iPhone 17? Inovasi, Desain, dan Fitur Terbaru

Kejadian bermula ketika seorang santri, Mustaqim Al Habibi, tiba-tiba muntah dan mengeluhkan sakit kepala. 

Tak berselang lama, gejala yang sama dialami santri lainnya, membuat suasana pesantren panik.

Menanggapi situasi ini, pihak pesantren segera membawa para korban ke Puskesmas Lebong Atas, sebelum akhirnya mereka dirujuk ke RSUD Lebong karena jumlah korban terus bertambah.

Kapolres Lebong AKBP Awilzan, S.IK, melalui Kasatreskrim AKP Rabnus Supandri, menyatakan bahwa berdasarkan keterangan saksi, mie tumis yang dikonsumsi para santri diduga sudah basi, namun tetap dimakan karena tidak ada pilihan lain.

BACA JUGA:Manfaat Toner dalam Penggunaan Skincare: Kenapa Kulit Membutuhkannya?

BACA JUGA:Wow! Ini Warna dan Fashion Keberuntungan Berdasarkan Shio di Bulan Ini

"Mie sudah terasa tidak enak, tetapi tetap dikonsumsi," ujar Aipda Syaiful Anwar, Kasubsi Pidm Humas Polres Lebong.

Pihak RSUD Lebong telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap seluruh korban.

Pelaksana Tugas Direktur RSUD Lebong, Rachman, S.KM, M.Si, menyatakan bahwa meskipun kondisi para santri mulai membaik, pemeriksaan laboratorium tetap dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya bakteri atau zat beracun dalam makanan tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: