HONDA

Waspada! Kasus DBD di Bengkulu Utara Tahun 2025 Berpotensi Meningkat, Januari Sudah 25 Kasus

Waspada! Kasus DBD di Bengkulu Utara Tahun 2025 Berpotensi Meningkat, Januari Sudah 25 Kasus

Kasub Koordinator P2P Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, Bintoro Wahyudi--Dok/KORANRB.ID

RAKYATBENGKULU.COM - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Bengkulu Utara mencatatkan angka tertinggi pada tahun 2024 lalu, dengan 496 warga terjangkit, salah satunya meninggal dunia. 

Tahun ini, ancaman penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut kembali menunjukkan tanda-tanda peningkatan yang signifikan. 

Menurut Kasub Koordinator P2P Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, Bintoro Wahyudi, jumlah kasus pada Januari 2025 menunjukkan potensi kenaikan yang cukup mengkhawatirkan.

Bintoro menjelaskan, pada bulan Januari 2025 tercatat sebanyak 25 kasus DBD, yang jika dibandingkan dengan angka pada Januari 2024, mengalami kenaikan. 

BACA JUGA:Utamakan Kepentingan Masyarakat, Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Tanpa Euforia

BACA JUGA:PDAM Tirta Bengkulu Selatan Rutin Lakukan Pembersihan Pipa untuk Jaga Kepuasan Pelanggan

"Jika dibandingkan dengan Januari 2024 lalu, angka kasus Januari tahun ini juga mengalami kenaikan," ujarnya. 

Mayoritas kasus DBD yang terjadi tahun ini terdeteksi di Kecamatan Kota Arga Makmur, kawasan padat pemukiman dengan sanitasi yang buruk, yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk pembawa virus DBD.

Masalah lingkungan dan sanitasi buruk menjadi faktor utama munculnya kasus DBD di wilayah tersebut.

"Dengan sistem sanitasi yang buruk, maka bisa menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk," jelas Bintoro. 

Sebagai respons terhadap hal ini, Dinas Kesehatan Bengkulu Utara melalui puskesmas setempat langsung melakukan penanganan dengan melakukan fogging di wilayah-wilayah yang sudah ditemukan kasus DBD. 

BACA JUGA:Waspada Potensi Kecurangan, ASN Diskominfo Rejang Lebong Ditekankan Cermat dalam Antisipasi Praktik Korupsi

BACA JUGA:Bercita Rasa Tinggi: Perbedaan Merica dan Andaliman, Bumbu Dapur yang Unik

"Penanganan yang dilakukan puskesmas seperti fogging fokus di wilayah atau kawasan sekitar pemukiman yang sudah terdapat kasus DBD," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: