Optimalkan Petani, Bulog Bengkulu Utara Serap 132 Ton Beras Sebagian Besar Asal Lebong

Kepala Gudang Bulog Taba Tembilang Bengkulu Utara, Henofi.--dok/KORANRB.ID
“Termasuk juga soal kadar air pada beras yang dihasilkan, kita harapkan sesuai dengan standar,” jelas Henofi.
Dalam hal harga, Bulog mengikuti ketentuan standar harga yang ditetapkan pemerintah pusat.
Hal ini bertujuan agar harga jual beras petani tidak terganggu oleh praktek penjualan kepada tengkulak yang sering kali menetapkan harga rendah, terutama saat panen raya.
Dengan harga yang sudah distandarisasi, petani diharapkan memiliki alternatif untuk menjual beras mereka langsung kepada Bulog, meskipun tengkulak sering kali menawarkan harga lebih tinggi.
BACA JUGA:Penipuan Modus Bantuan Dinsos Kaur Meningkat, Polisi Proses Empat Laporan Korban
BACA JUGA:Bikin Haus! 6 Jenis Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dihindari Saat Sahur
“Karena harapan kita jika harga tengkulak rendah, maka petani memiliki pilihan menjual beras tersebut pada Bulog,” ungkap Henofi.
Namun, meskipun Bulog sudah menetapkan harga yang cukup kompetitif, kenyataannya petani di beberapa daerah masih cenderung memilih menjual beras kepada tengkulak.
Suryanto, salah satu petani di Kecamatan Arma Jaya, mengungkapkan bahwa petani masih lebih memilih tengkulak karena harga yang lebih tinggi dan prosedur yang lebih sederhana.
“Karena harga beli tengkulak saat ini masih lebih tinggi, sehingga masih lebih diuntungkan jika menjual ke tengkulak,” kata Suryanto.
BACA JUGA:Amukan Emak-Emak Hancurkan Warung Tuak, Protes Suami dan Anak Mabuk-mabukan
BACA JUGA:Petani Bengkulu Utara Dapat 67,2 Ton Bibit Padi Gratis, Panen Melimpah di Depan Mata
Meskipun demikian, upaya Bulog untuk menyerap hasil panen petani secara maksimal dengan harga yang lebih stabil dan standar kualitas yang terjaga, diharapkan dapat memberikan pilihan yang lebih baik bagi petani dan mengurangi ketergantungan mereka pada tengkulak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: