1.824 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Demo Tolak UU TNI di DPR RI

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro, mengonfirmasi pengerahan ribuan personel tersebut. --Dok/antaranews.com
RAKYATBENGKULU.COM - Sebanyak 1.824 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang TNI yang digelar di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/3) siang.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro, mengonfirmasi pengerahan ribuan personel tersebut.
“1.824 personel untuk pengamanan di DPR,” ujarnya di Jakarta, Kamis, seperti dikutip dari ANTARANEWS.COM.
BACA JUGA:Jangan Pernah Mengkhianati 4 Shio Ini! Sekali Kecewa, Mereka Tak Akan Lupa
BACA JUGA:Polemik Setoran Judi Sabung Ayam di Lampung, Isu TNI dan Polri Memanas di Tengah Tragedi
Susatyo menjelaskan, personel yang diterjunkan berasal dari berbagai unsur, antara lain Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemprov DKI Jakarta, serta beberapa instansi terkait lainnya.
Mereka disebar di sejumlah titik strategis di sekitar kawasan DPR RI untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
“Selain itu, pengamanan juga dilakukan untuk mencegah massa aksi masuk ke dalam Gedung DPR RI,” jelas Susatyo.
Terkait kondisi lalu lintas di lokasi aksi, pihak kepolisian memberlakukan rekayasa arus lalu lintas secara situasional, menyesuaikan dinamika di lapangan.
Jika terjadi peningkatan eskalasi massa, pengalihan arus lalu lintas akan segera diterapkan.
BACA JUGA:Tips dan Trik Cara Cepat Menurunkan Berat Badan, Tanpa Diet Ketat!
Kapolres Metro Jakarta Pusat juga menegaskan bahwa seluruh personel pengamanan diminta untuk tetap mengedepankan sikap persuasif dan humanis.
Ia mengingatkan agar aparat tidak mudah terprovokasi, menghindari tindakan provokatif, serta mengutamakan negosiasi dan pelayanan yang humanis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: