HONDA

Usai Didemo Warga, Kades Tanjung Karet Buka Suara Terkait Tuduhan Penjualan Aset Jalan Desa

Usai Didemo Warga, Kades Tanjung Karet Buka Suara Terkait Tuduhan Penjualan Aset Jalan Desa

Aksi warga di Kantor Bupati Bengkulu Utara meminta Kades Tanjung Karet diberhentikan--Dok/KORANRB.ID

RAKYATBENGKULU.COM - Kepala Desa (Kades) Tanjung Karet Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara, Sarkawi, MI.Kom, memberikan klarifikasi terkait tudingan dari warga yang menyebutkan dirinya telah menjual aset berupa jalan desa

Tuduhan tersebut muncul setelah adanya aksi demonstrasi warga yang mendatangi Kantor Bupati Bengkulu Utara pada Kamis pekan lalu. 

Menanggapi hal ini, Sarkawi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan penjualan terhadap dua aset desa yang disebutkan, dan hanya satu ruas jalan yang melibatkan pihak lain.

Menurut penuturan Sarkawi, jalan yang dimaksud bukanlah jalan desa yang terdaftar dalam aset desa. 

“Jalan tersebut tidak terdaftar sebagai jalan desa. Itu masih merupakan hak milik sah warga. Bahkan di atas jalan tersebut, memang ada rabat beton yang dibangun menggunakan dana desa pada tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya. 

BACA JUGA:Kesehatan Rambut: 8 Kebiasaan Buruk yang Menyebabkan Rambut Rontok

BACA JUGA:Wabah Jembrana Serang Ternak di Bengkulu, Peternak Diminta Waspada

Ia menambahkan, lahan yang dimaksud sebenarnya belum pernah diserahkan oleh pemiliknya ke desa, sehingga tidak ada proses hibah yang tercatat.

Namun, belakangan ini, pemilik lahan tersebut berencana untuk menjualnya kepada perusahaan tambang batu bara. 

Menanggapi hal ini, desa mengambil langkah untuk memastikan keberlanjutan pembangunan yang sudah dilakukan, khususnya terkait rabat beton yang menggunakan dana desa.

Sebagai tindak lanjut, musyawarah desa digelar untuk mencari solusi.

Dalam rapat tersebut, yang dihadiri oleh seluruh perangkat desa dan tokoh masyarakat, diputuskan bahwa pemilik lahan harus mengganti kerugian yang timbul akibat penggunaan dana desa untuk pembangunan rabat beton.

BACA JUGA:Dana Desa Mukomuko Difokuskan untuk Peternakan Kambing, Warga Diberdayakan

BACA JUGA:Antisipasi Keberadaan Harimau yang Masih Mengancam, Objek Wisata Danau Lebar di Mukomuko Tetap Ditutup

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait