Jalan Rusak Dikeluhkan Warga, Bupati Bengkulu Utara Tegaskan Perbaikan Harus Cepat!
Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata saat memimpin penanganan taktis jalan yang rusak di Bengkulu Utara--Dok/KORANRB.ID
RAKYATBENGKULU.COM - Kerusakan infrastruktur jalan di Kabupaten Bengkulu Utara masih menjadi keluhan utama masyarakat.
Kondisi ini dianggap menghambat aktivitas warga, terutama dalam hal ekonomi dan distribusi hasil pertanian.
Namun, penanganan jalan seringkali terkendala persoalan kewenangan, karena tidak semua jalan berada dalam tanggung jawab Pemerintah Kabupaten.
Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE, M.AP, menegaskan bahwa perbaikan jalan tidak bisa ditunda karena menyangkut langsung kebutuhan dasar masyarakat.
“Maka kami pemerintah daerah menegaskan akan melakukan penanganan taktis dan cepat dalam penanganan perbaikan jalan,” tegas Arie.
Bupati Arie menyadari bahwa masyarakat tidak mempermasalahkan siapa yang berwenang memperbaiki jalan, karena yang mereka tahu, kepala daerah adalah orang yang mereka pilih untuk menyelesaikan masalah.
“Masyarakat tidak mau tahu soal kewenangan jalan, masyarakat hanya tahu mereka memiliki Bupati dan Wakil Bupati, maka kami memberlakukan penanganan cepat pada seluruh titik jalan yang rusak, tentunya sesuai dengan kewenangannya,” ujarnya lagi.
Arie juga menyebutkan bahwa Pemkab Bengkulu Utara telah memiliki alat berat sendiri yang siap dikerahkan untuk penanganan awal infrastruktur jalan yang rusak.
Selain itu, ia melihat potensi kerja sama dengan perusahaan-perusahaan swasta di wilayah Bengkulu Utara, terutama sektor tambang dan galian C.
Ia menyebut dana Corporate Social Responsibility (CSR) bisa menjadi alternatif solusi untuk mempercepat perbaikan infrastruktur tanpa membebani APBD.
“Kita harus bekerjasama dengan pihak swasta, sehingga dalam penanganan taktis tidak membutuhkan APBD. Kita menunjukkan komitmen pemerintah Bengkulu Utara dalam memberikan infrastruktur yang layak pada masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya di tingkat kabupaten, Arie juga aktif berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menangani ruas jalan yang bukan kewenangan kabupaten.
Ia mengaku telah mengajukan perbaikan untuk 9 titik jalan dan 4 titik irigasi kepada Gubernur Bengkulu.
“Kita juga bekerjasama dengan Pak Gubernur yang juga memiliki visi yang sama dalam memberikan infrastruktur jalan yang baik bagi masyarakat,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

