HONDA

Satpol PP Bengkulu Selatan Gencarkan Razia Pelajar Bolos dan Nongkrong di Warung

Satpol PP Bengkulu Selatan Gencarkan Razia Pelajar Bolos dan Nongkrong di Warung

Tim Satpol PP menyisir sejumlah titik strategis,--Dok/KORANRBID

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Satpol PP Bengkulu Selatan terus menggencarkan patroli guna menertibkan pelajar yang bolos sekolah dan nongkrong di warung-warung. 

Langkah ini diambil sebagai upaya mencegah aksi kenakalan remaja yang dikhawatirkan dapat berujung pada perkelahian atau bahkan tawuran.

Dalam patroli terbaru, tim Satpol PP menyisir sejumlah titik strategis, di antaranya Jalan Telkom Kota Manna, Jalan Bupati Baksir Pasar Manna, kawasan wisata Pasar Bawah, Taman Remaja, hingga Jalan Padang Panjang, Kabupaten Bengkulu Selatan

BACA JUGA:Target Naik Drastis, Retribusi Parkir Rejang Lebong 2025 Diprediksi Capai Rp 700 Juta

BACA JUGA:Waspada DBD, Dinkes Bengkulu Selatan Imbau Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Selain itu, patroli juga menargetkan warung-warung yang kerap dijadikan tempat berkumpul oleh para pelajar saat jam sekolah.

Kepala Satpol PP dan Damkar Bengkulu Selatan, Erwin Muchsin, menegaskan bahwa pemerintah daerah bersikap tegas dalam menangani kenakalan remaja. 

Hal ini mengingat beberapa kasus perkelahian yang melibatkan pelajar di Bengkulu Selatan dalam dua tahun terakhir, bahkan ada yang berujung pada kematian.

“Patroli rutin Trantibum kami masih mendapati beberapa pelajar yang berkeliaran dan nongkrong menggunakan seragam sekolah,” ujar Erwin, dikutip dari KORANRB.ID.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Satpol PP Bengkulu Selatan mengambil langkah persuasif dengan memberikan pembinaan serta edukasi kepada para pelajar agar tidak mengulangi kebiasaan bolos sekolah. 

BACA JUGA:Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong Tolak Pengadaan Mobil Dinas Baru, Alihkan Anggaran untuk Perbaikan Jalan

BACA JUGA:Musyawarah Desa Beringin Datar Bahas Program Swasembada Pangan, Namun Belum Ada Keputusan Final

Mereka juga diingatkan untuk tidak nongkrong di tempat umum dengan mengenakan seragam sekolah.

“Hanya kami berikan pembinaan supaya tidak mengulangi kesalahan berkeliaran dan nongkrong menggunakan seragam sekolah,” tambah Erwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: