baner honda 2022
yamaha 2022
PRAMUKA 2022

Dinyatakan Bersalah, Mantan Sekda Bengkulu Tengah dan 2 Terdakwa Korupsi RDTR Lain Divonis Berbeda

Dinyatakan Bersalah, Mantan Sekda Bengkulu Tengah dan 2 Terdakwa Korupsi RDTR Lain Divonis Berbeda

Mantan Sekda Bengkulu Tengah serta 2 terdakwa lain korupsi RDTR jalani sidang vonis secara virtual.--Febi/rakyatbengkulu.disway.id

 

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi kegiatan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) tahun 2013 Kabupaten Bengkulu Tengah dinyatakan bersalah oleh majelis hakim.

Dalam sidang yang digelar Senin, 21 November 2022 di Pengadilan Tipikor Bengkulu tiga terdakwa divonis hukuman kurungan penjara. 

Dalam sidang yang diketuai Ketua Majelis Hakim, Jon Sarman Saragih ini ketiga terdakwa yakni mantan Sekda Bengkulu Tengah EH, serta 2 terdakwa lain DR dan terdakwa HH yang mengikuti sidang secara virtual divonis berbeda.

Oleh hakim terdakwa EH divonis 1 tahun penjara dengan denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan penjara.

BACA JUGA:Kebakaran di Rejang Lebong, Dapur Rumah Warga Ludes

BACA JUGA:Teror Lempar Batu di Kota Bengkulu Bikin Resah, Gerobak Pedagang Hingga Kaca Mobil Jadi Sasaran

Vonis ini lebih rendah dari tuntutan yang disampaikan JPU yakni 1 tahun 2 bulan penjara dengan denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan penjara.

Sementara untuk terdakwa DR dituntut hukuman 1 tahun 2 bulan penjara dengan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan penjara.

Sedangkan terdakwa HH dituntut hukuman 1 tahun penjara dengan denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan penjara.

"Tadi kita dengarkan bersama-sama ketiga terdakwa dinyatakan bersalah dan divonis hukuman kurungan penjara," sampai Kasi Pidsus Kejari Bengkulu, Bobby Muhammad Ali, Senin.

BACA JUGA:Perkembangan Kasus OTT Kadis Pendidikan Bengkulu Utara, Lengkapi Berkas Polda Periksa Kasi Sarpras SMP

BACA JUGA:Jambret Handphone yang Dipegang Anak Umur 4,5 Tahun, Pemuda Berjaket Merah di Kota Bengkulu Dihajar Massa

Untuk fakta hukum yang ditemukan di persidangan, lanjutnya, bahwa untuk dokumen RDTR ini tidak dapat digunakan dan dimanfaatkan.

"Dengan ini merugikan masyarakat terutama masyarakat di kawasan Kota Bengkulu dan Bengkulu Tengah," bebernya.

Sementara itu Kuasa hukum terdakwa DR, Ranggi Setiadi mengatakan, terkait vonis yang dijatuhkan kepada kliennya pihaknya akan pikir-pikir dulu untuk melakukan banding.

"Tentu akan kita pikir-pikir dulu, kemungkinan akan ada arah untuk banding. Tapi akan kita rundingkan dulu pada klien kita," sampainya.


Sumber: